Arbain An Nawawi sudah sangat populer ditengah masyarakat kita yang berisi 40 Hadits pilihan yang di tulis seorang Imam Ahlusunnah An Nawawi rahimahullah, Alhamdulillah kini hadir dalam format audio yang memudahkan kita dalam menghafal dan mendengarkannya setiap saat dari matan hadits Arbain An Nawawi, semoga bermamfaat.
Tampilkan postingan dengan label Akhlak dan Adab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhlak dan Adab. Tampilkan semua postingan
18 Nov 2013
4 Jul 2013
Download Audio Kompilasi 3 Asatidz di 3 Tempat dalam 3 Daurah
Bismillah
Berikut Kami sampaikan Faidah Ilmu dalam Muhadhoroh Ilmiyah 3 Asatidz:
Berikut Kami sampaikan Faidah Ilmu dalam Muhadhoroh Ilmiyah 3 Asatidz:
1. Al Ustadz Adnan Abdul Madjid-Manadohafidzahullah
Masjid PT. Telkom Divre III Kota Bandung
Versi Suara Jernih Ukuran File Agak Besar
6 Sya’ban 1434H-Surat Al Waaqiah-Al Ustadz Adnan Abdul Madjid-Manado Sesi 1
6 Sya’ban 1434H-Surat Al Waaqiah-Al Ustadz Adnan Abdul Madjid-Manado Sesi 2
Masjid PT. Telkom Divre III Kota Bandung
Versi Suara Jernih Ukuran File Agak Besar
6 Sya’ban 1434H-Surat Al Waaqiah-Al Ustadz Adnan Abdul Madjid-Manado Sesi 1
6 Sya’ban 1434H-Surat Al Waaqiah-Al Ustadz Adnan Abdul Madjid-Manado Sesi 2
Versi Suara Lumayan Ukuran File Kecil
6 Sya’ban 1434H-Surat Al Waaqiah-Al Ustadz Adnan Abdul Madjid-Manado Sesi 1
6 Sya’ban 1434H-Surat Al Waaqiah-Al Ustadz Adnan Abdul Madjid-Manado Sesi 2
6 Sya’ban 1434H-Surat Al Waaqiah-Al Ustadz Adnan Abdul Madjid-Manado Sesi 1
6 Sya’ban 1434H-Surat Al Waaqiah-Al Ustadz Adnan Abdul Madjid-Manado Sesi 2
Pondok Pesantren Adhwa ‘Us Salaf Cileunyi-Kabupaten Bandung
15 Mei 2013
Download MP3 Ketika Virus-Virus FUTUR Menyerangku
Ketika rasa malas dan jenuh mulai datang pada seseorang maka bagaimana cara mengatasi, dan menghadapinya sesuai dengan sariat islam. Simak kajian yang sangat bermanfaat "Ketika virus-virus FUTUR Menyerangku", dengan penyampaian yang sangat baik dan gamblang. Solusi yang dipaparkan diambil dari ayat-ayat Allah dan Hadits-hadits Rasul-Nya, menjadi sebuah pegangan yang tidak mungkin salah.
Kajian ini benar-benar bisa menjadi rujukan bagi kaum muslimin yang ingin meningkatkan kembali semangat belajarnya yang telah lama hilang.
Pemateri : Ustadz Abu Hamzah Yusuf Al-Atsary hafidzahullah
Waktu : Sabtu, 11 Desember 2010 [sesi 1 dan 2] dan 08 Januari 2011 [sesi 3]
Waktu : Sabtu, 11 Desember 2010 [sesi 1 dan 2] dan 08 Januari 2011 [sesi 3]
Tempat : Musholla DKM Jundulloh PKN & STMIK LPKIA Bandung
Semoga Bermamfaat, Baarokallaahu fiykum....
Label:
Akhlak dan Adab,
Download Kajian
6 Jun 2012
Adab dan Etika Berdzikir
Dalam Al-Qur`an Al-Karim, Allah Subhânahu wa Ta’âlâ berfirman,
وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ.
“Dan berdzikirlah kepada Rabb-mu pada dirimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak menjaharkan suara, pada pagi dan petang, serta janganlah kamu termasuk sebagai orang-orang yang lalai.” [Al-A’râf: 205]
Dalam ayat yang mulia ini, terdapat sejumlah adab dan etika berkaitan dengan dzikir kepada Allah Ta’âlâ.
Berikut uraiannya.
Pertama: dalam ayat di atas, termaktub perintah untuk berdzikir kepada Allah. Telah berlalu, pada tulisan sebelumnya, berbagai perintah untuk berdzikir beserta keutamaan berdzikir kepada Allah dan besarnya anjuran dalam syariat untuk hal tersebut. Seluruh hal tersebut memberikan pengertian akan pentingnya arti berdzikir dalam kehidupan seorang hamba.
Label:
Akhlak dan Adab,
Fiqh
14 Mar 2012
CINTA TERLARANG, SEBAB, AKIBAT DAN TERAPINYA [Sebuah Solusi Menghadapi Akibat Buruk Fitnah (Godaan) Lawan Jenis di Internet]
Oleh Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
جُرْحٌ مَسْمُومٌ
“Luka yang beracun.” [Majmu’ Al-Fatawa, 5/32]
Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
“Luka yang beracun.” [Majmu’ Al-Fatawa, 5/32]
Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
هَذَا مَرَضٌ مِنْ أَمْرَاضِ الْقَلْبِ
“Ini termasuk salah satu penyakit hati.” [Zadul Ma’ad, 4/274]
- NAMA PENYAKIT:
“Ini termasuk salah satu penyakit hati.” [Zadul Ma’ad, 4/274]
- NAMA PENYAKIT:
• Mabuk Kepayang (‘isyq)
• Kasmaran
• Kangen
• Virus merah jambu
• Tergila-gila
• Dll (Silakan tambah sendiri)
• Kasmaran
• Kangen
• Virus merah jambu
• Tergila-gila
• Dll (Silakan tambah sendiri)
Label:
Akhlak dan Adab
11 Feb 2012
Bimbingan Ulama Dalam Menasihati dan Menyikapi Kesalahan Orang Yang Berilmu
Oleh Al Ustadz Sofyan Chalid Ruray
BIMBINGAN ULAMA DALAM MENASIHATI DAN MENYIKAPI KESALAHAN ORANG YANG BERILMU
[SEBUAH SOROTAN TERHADAP FACEBOOKER YANG MENJATUHKAN KEHORMATAN ASATIDZAH AHLUS SUNNAH DI MATA UMMAT MELALUI FACEBOOK DAN MEDIA-MEDIA DUNIA MAYA LAINNYA]
Tidak ada yang lebih mengenal keutamaan dan kedudukan orang-orang yang berilmu melebihi Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Bahkan inilah salah satu karakter Ahlus Sunnah yang membedakannya dengan Ahlul Bid’ah. Tanda Ahlus Sunnah adalah memuliakan orang-orang yang berilmu dan tanda Ahlul Bid’ah adalah menjatuhkan kehormatan mereka.
Oleh karena itu, termasuk kewajiban seorang muslim adalah memberikan nasihat kepada orang-orang yang berilmu berdasarkan keumuman sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,
[SEBUAH SOROTAN TERHADAP FACEBOOKER YANG MENJATUHKAN KEHORMATAN ASATIDZAH AHLUS SUNNAH DI MATA UMMAT MELALUI FACEBOOK DAN MEDIA-MEDIA DUNIA MAYA LAINNYA]
Tidak ada yang lebih mengenal keutamaan dan kedudukan orang-orang yang berilmu melebihi Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Bahkan inilah salah satu karakter Ahlus Sunnah yang membedakannya dengan Ahlul Bid’ah. Tanda Ahlus Sunnah adalah memuliakan orang-orang yang berilmu dan tanda Ahlul Bid’ah adalah menjatuhkan kehormatan mereka.
Oleh karena itu, termasuk kewajiban seorang muslim adalah memberikan nasihat kepada orang-orang yang berilmu berdasarkan keumuman sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,
Label:
Akhlak dan Adab
7 Feb 2012
Wajibnya Baca Bismillah Sebelum Makan
Dari Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu anhuma dia berkata:
كُنَّا إِذَا حَضَرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا لَمْ نَضَعْ أَيْدِيَنَا حَتَّى يَبْدَأَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَضَعَ يَدَهُ وَإِنَّا حَضَرْنَا مَعَهُ مَرَّةً طَعَامًا فَجَاءَتْ جَارِيَةٌ كَأَنَّهَا تُدْفَعُ فَذَهَبَتْ لِتَضَعَ يَدَهَا فِي الطَّعَامِ فَأَخَذَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهَا ثُمَّ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ كَأَنَّمَا يُدْفَعُ فَأَخَذَ بِيَدِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أَنْ لَا يُذْكَرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُ جَاءَ بِهَذِهِ الْجَارِيَةِ لِيَسْتَحِلَّ بِهَا فَأَخَذْتُ بِيَدِهَا فَجَاءَ بِهَذَا الْأَعْرَابِيِّ لِيَسْتَحِلَّ بِهِ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ يَدَهُ فِي يَدِي مَعَ يَدِهَا
“Bila kami menghadiri jamuan makan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kami tidak akan meletakkan tangan kami (di makanan) hingga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mulai meletakkan tangan beliau. Suatu ketika kami menghadiri jamuan makan bersama beliau, maka tiba-tiba datang seorang anak wanita -seakan-akan ada yang mendorongnya- yang ingin meletakkan tangannya pada makanan itu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menahan tangannya. Kemudian datang lagi seorang badui -seakan-akan ada yang mendorongnya- yang ingin meletakkan tangannya di atas makanan itu, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali menahan tangannya. Setelah itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya setan menghalalkan makanan untuknya dengan cara dia mengusahakan agar makanan tersebut tidak disebut nama Allah padanya. Dia (setan) datang bersama dengan anak perempuan ini untuk menghalalkan makanan tersebut, maka aku menahan tangannya. Da juga datang bersama orang badui ini untuk menghalalkannya maka aku menahan tangannya. Demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan itu berada di tanganku bersama dengan tangan anak wanita itu.” (HR. Muslim no. 2107)
Label:
Akhlak dan Adab,
Fiqh
19 Jan 2012
Antara Silsilah Durus, Kita dan Fitnah
Oleh: Wira Mandiri Bachrun
Di awal-awal saya tiba di Yaman, seorang teman Yamani meminjamkan sebuah kitab yang berjudul Minhaj Thalibil Ilmi. Kitab yang ditulis oleh salah seorang murid Asy Syaikh Muqbil ini berisi silsilah durus, daftar kitab yang dipakai oleh para ulama dan harus dipelajari oleh seorang penuntut ilmu agar bisa mapan dalam ilmu. Begitu membaca satu persatu judul kitab-kitab tersebut saya baru sadar bahwa perjalanan ini akan sangat panjang. Seingat saya, di antara judul kitab-kitab tersebut:
Dalam bidang tauhid:
- Al Qawaidul Arba’
- Al Qoulul Mufid fi Adillatit Tauhid
- Al Waajibat Al Mutahattimaat
- Al Ushul Ats Tsalatsah
- Kitaabut Tauhid
- Kasyfu Asy Syubuhaat
- Tathiirul I’tiqaad
- Fathul Majid
- Taisir Azizil Hamid
Label:
Akhlak dan Adab,
Manhaj
Go Green, Sebuah Amal Jariyah
Dekade terakhir ini, pemerintah Indonesia terus melancarkan program penghijauan. Oleh karena itu, dimana-mana kita akan melihat reklame dan promosi penghijauan, baik melalui media visual, maupun audio-visual. Promosi ini banyak terpajang di sudut-sudut jalan, dan tertempel di mobil-mobil dan lainnya yang mengajak kita menyukseskan program tersebut. Khusus Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintahnya telah mencanangkan program penghijauan dengan tema "South Sulawesi Go Green" (Sulawesi Selatan Menuju Penghijauan).
Sebagian orang menyangka bahwa program penghijauan bukanlah suatu amalan yang mendapatkan pahala di sisi Allah, sehingga ada diantara mereka yang bermalas-malasan dalam mendukung program tersebut. Demi menepis persangkaan yang salah ini, kali ini kami akan mengulas PENTINGNYA PENGHIJAUAN menurut tuntunan Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- beserta dalil-dalilnya.
Para pembaca yang budiman, mungkin anda masih mengingat sebuah hadits yang masyhur dari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, beliau bersabda,
إِذَا مَاتَ اْلإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
"Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalannya, kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah (yang mengalir pahalanya), ilmu yang dimanfaatkan, dan anak shaleh yang mendo’akan kebaikan baginya". [HR. Muslim dalam Kitab Al-Washiyyah (4199)]
Label:
Akhlak dan Adab
UNTUK IKHWAN ATAU TEMAN-TEMAN YANG SUKA MENEBARKAN FITNAH ATAU SUKA BERDEBAT DI FACEBOOK
Oleh Abdullah Sandly pada 9 Januari 2012
Pertanyaan:
Apa nasehat Ustadz untuk ikhwan atau teman-teman yang suka menebarkan fitnah atau suka berdebat di Facebook?
[Jawab] Al Ustadz Luqman Ba’abduh:
Nasehat ana yang pertama, jauhilah Facebook, tinggalkan Facebook.
Ini Ustadz penting dalam rangka mendapatkan informasi ilmu agama.
Alhamdulillah, informasi agama apa yang antum inginkan bisa antum dapatkan tanpa melalui facebook. Cd-cd dalam bidang tafsir, ada. CD dalam bidang aqidah, manhaj, akhlak, fiqih. Fiqih tentang sholat, tentang hukum jenazah, tentang zakat, tentang haji, ada semuanya.
Label:
Akhlak dan Adab
16 Nov 2011
Makan Sebelum Lapar, Berhenti Sebelum Kenyang
Kami tidak mengetahui mengenai keabsahan hadits ini, yaitu hadits:
نَحْنُ قَوْمٌ لاَ نَأْكُلُ حَتَّى نَجُوْعَ وَإِذَا أَكَلْنَا لاَ نَشْبَعُ
“Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan jika kami makan maka kami tidak (sampai) kenyang.”
Ucapan ini biasa didengar dari sebagian tamu padahal di dalam sanadnya terdapat kelemahan. Mereka (sebagian tamu) biasa mengatakan: Dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwa beliau bersabda, “Kami adalah kaum yang tidak makan sampai kami lapar dan jika kami makan maka kami tidak (sampai) kenyang.”Maksudnya mereka ini makan secara sederhana.
Makna hadits ini benar akan tetapi ada kelemahan di dalam sanadnya. [Sisi kelemahannya bisa dilihat dalam Zaad Al-Ma'ad dan Al-Bidayah karya Ibnu Katsir]. Amalan seperti ini baik untuk (tubuh) manusia, yaitu jika dia makan karena sudah lapar atau memang butuh untuk makan. Jika dia makan, maka dia tidak berlebihan dalam makan dan tidak sampai kenyang yang berlebih. Adapun jika kenyangnya tidak memudharatkan dirinya maka itu tidak mengapa. Orang-orang di zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam dan zaman selainnya, mereka makan dan mereka kenyang. Hanya saja yang dikhawatirkan (mendatangkan mudharat) adalah kekenyangan yang berlebihan. Nabi shallallahu alaihi wasallam pada sebagian kesempatan pernah diundang untuk menghadiri walimah (resepsi pernikahan), beliau juga sering menjamu tamu dan menyuruh mereka makan, lalu merekapun makan sampai mereka kenyang. Kemudian setelah itu barulah beliau dan para sahabat yang tersisa ikut makan.
Di zaman beliau shallallahu alaihi wasallam diriwayatkan bahwa Jabir bin Abdillah Al-Anshari pernah mengundang Nabi shallallahu alaihi wasallam -pada hari Al-Ahzab yaitu hari perang Khandaq- untuk menyantap hidangan berupa hewan sembelihan yang kecil yang disantap bersama dengan sedikit gandum. Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan untuk memotong roti (gandum) dan daging tersebut, lalu beliau memanggil para sahabat sepuluh-sepuluh orang untuk makan. Maka merekapun makan sampai mereka kenyang kemudian mereka pergi, kemudian datang lagi 10 orang berikutnya, dan demikian seterusnya. Maka Allah memberkahi gandum dan daging tersebut, sehingga semua sahabat yang jumlahnya banyak waktu itu bisa makan seluruhnya, namun tetap saja masih banyak makanan yang tersisa sehingga mereka membaginya kepada tetangga-tetangga mereka.
Pada suatu hari Nabi shallallahu alaihi wasallam juga pernah memberi minum susu kepada ahlu ash-shuffah (para sahabat yang tinggal di masjid, pent.). Abu Hurairah berkata, “Maka aku memberikan minum kepada mereka sampai hilang dahaga mereka. Kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Minumlah wahai Abu Hurairah,” Abu Hurairah menjawab, “Saya sudah minum.” Kemudian beliau bersabda, “Minum lagi,” maka saya kembali minum. Kemudian beliau bersabda, “Minum lagi,” maka saya minum lagi. Kemudian saya berkata, “Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, saya sudah tidak kuat lagi (untuk minum).” Kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam mengambil minuman yang tersisa lalu beliau alaihishshalatu wassalam minum.”Hal ini menunjukkan bolehnya kenyang dalam makan dan minum, hanya saja jangan sampai dalam taraf membahayakan.
[Fatwa Asy-Syaikh Ibnu Baaz ini diterjemah dari http://www.ibnbaz.org.sa/mat/38]
Label:
Akhlak dan Adab
Langganan:
Postingan (Atom)




